NIKMAT DAN MANA UJIANNYA

Nikmat dan ujian keduanya datang setiap hari, setiap waktu setiap jam, setiap menit bahkan setiap detik datang silih berganti, tapi keduanya datang bukan tanpa sebab, nikmat dan ujian di hadirkan Tuhan untuk mengetahui seberapa besar kadar rasa syukur seorang hamba kepada Tuhannya ketika nikmat itu datang menghampirinya, dan seberapa besar kadar rasa sabar ketika yang di hadirkan Tuhan adalah ujian buat kita, sebenarnya keduanya bisa jadi ladang ganjaran buat kita, andai saja kita bisa peka dan bijak menyikapinya.
( Jika hidup ini lurus-lurus saja, ujiannya sebelah mana?... )

Tapi terkadang kita kurang siap dengan kedatangan keduanya, apalagi kedatangannya tidak ada pemberitahuan terlebih dulu sebelumnya, ketika nikmat yang di hadirkan ke arah kita, seringkali kita terlalu bahagia, berbesar hati, angkuh, dan lupa diri.
Ingatlah bahwa titipan Tuhan bisa di ambil kapan saja.

Dan ketika ujian yang di hadirkan ke kita, seringkali kita mengeluh, memelas tidak jelas, seolah-olah kita menganggap Tuhan tidak adil dan kita menyalahkanNya,
tapi cobalah tanya, apa mungkin Tuhan salah?

Jangan hanya bisa menanyakan, nikmat apa saja sih yang mesti kita syukuri, jangan hanya menunggu nikmat yang benar-benar bisa kita rasakan saja, baru kita mau bersyukur, tapi "Terurslah bersyukur ! karena hanya dengan bersyukur membuat nikmat yang ada bisa tetap terjaga dan bisa mengundang nikmat yang akan menjadi bagian kita jadi tidak terhambat dan akan segera tiba.
"Sabarlah dalam ujian !
Karena Tuhan pasti memberikan ujian kepada manusia untuk meningkatkan kelas dan derajat kita di sisiNya.
Jagalah nikmat yang ada dengan bersyukur,
redakanlah ujian yang ada dengan bersabar, keduanya akan jadi pahala jika kita dapat menempatkan sikap dan tindakan kita.
Jangan lengah dengan nikmat yang ada, segeralah syukuri. Jangan menunggu nikmat yang lebih untuk bersyukur tapi jagalah nikmat yang ada dengan terus mensyukurinya.
Makin banyak kesuksesan yg di raih manusia maka makin besar kemungkinan ia akan tinggi hati, dan merasa berkuasa, sedangkan hakikat tujuan hidup manusia adalah menghambakan diri kepada Tuhan.

Ingatlah makna "Alhamdulillah" ketika kita bersyukur, meski syariatnya kita memuji dan berterima kasih kepada manusia tapi hakikatnya kita memuji dan berterima kasih kepada Allah.
SYUKUR ITU IBARAT MAGNET

Tuhan tidak memberikan masalah yang lebih besar dari pada kemampuanmu untuk menyelesaikannya.
Tuhan Maha Mendengar & Tuhan Maha Mengetahui,
mendengar segala do'amu & mengetahui kapan waktu terbaik untuk menjawab semua do'amu.

Jangan bilang kalau kita tidak pernah punya salah, justru mulailah menghitung kesalahan-kesalahan kita, agar kita tahu dari mana kita mulai memperbaikinya, perhatikanlah peringatan-peringatan kecil yang terjadi secara alami dalam hidup kita, tentang tubuh kita atau tentang kejadian-kejadian yang di hadirkan Tuhan sebagai teguran buat kita, tentang usia yang kian bertambah, tentang perkembangan tubuh kita yang perlahan-lahan mulai berubah, jadikan itu sebagai acuan untuk kita mulai berbenah diri dan memperbaiki kualitas pola hidup kita, masa kita kalah sama robot, robot saja bisa di atur-atur dan di perbaiki system kerjanya, masa manusia yang lebih canggih fiturnya, engga bisa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar