ﻪﻠﻟﺍ ﺮﺒﻛﺃ ﻪﻠﻟﺍ ﺮﺒﻛﺃ ﻪﻠﻟﺍ ﺮﺒﻛﺃ ﻪﻠﻟﺍ ﺪﻤﺤﻟﺍ ﻪﻠﻟ ﻭ ﺮﺒﻛﺃ ﻭ ﺍﺮﻴﺜﻛ ﻪﻠﻟ ﺪﻤﺤﻟﺍ ﻭ ﺍﺮﻴﺒﻛ ﻼﻴﺻﺃ ﻭ ﺓﺮﻜﺑ ﻪﻠﻟﺍ ﻥﺎﺤﺒﺳ ﻻﺇ ﺪﺒﻌﻧ ﻻ ﻭ ﻪﻠﻟﺍ ﻻﺇ ﻪﻟﺇﻵ ﻮﻟﻭ ﻦﻳﺪﻟﺍ ﻪﻟ ﻦﻴﺼﻠﺨﻣ ﻩﺎﻳﺇ ﻥﻭﺮﻓﺎﻜﻟﺍ ﻩﺮﻛ ﻩﺪﻋﻭ ﻕﺪﺻ ﻩﺪﺣﻭ ﻪﻠﻟﺍ ﻻﺇ ﻪﻟﺇﻵ ﻡﺰﻫ ﻭ ﻩﺪﻨﺟ ﺰﻋﺃ ﻭ ﻩﺪﺒﻋ ﺮﺼﻧ ﻭ ﻪﻠﻟﺍ ﻻﺇ ﻪﻟﺇﻵ ﻩﺪﺣﻭ ﺏﺍﺰﺣﻷﺍ ﻪﻠﻟ ﻭ ﺮﺒﻛﺃ ﻪﻠﻟﺍ ﺮﺒﻛﺃ ﻪﻠﻟﺍ ﺪﻤﺤﻟﺍ ﻦﻴﺑ ﻒﻟﺃ ﻱﺬﻟﺍ ﻪﻠﻟ ﺪﻤﺤﻟﺍ ﻪﺘﻤﻌﻨﺑ ﺎﻨﺤﺒﺻﺄﻓ ﺎﻨﺑﻮﻠﻗ ﺎﻧﺍﻮﺧﺇ ﻪﻟﻮﺳﺭ ﻞﺳﺭﺃ ﻱﺬﻟﺍ ﻪﻠﻟ ﺪﻤﺤﻟﺍ ﻩﺮﻬﻈﻴﻟ ﻖﺤﻟﺍ ﻦﻳﺩ ﻭ ﻯﺪﻬﻟﺎﺑ ﻪﻠﻛ ﻦﻳﺪﻟﺍ ﻰﻠﻋ ﻥﻮﻛﺮﺸﻤﻟﺍ ﻩﺮﻛ ﻮﻟﻭ ﺪﻬﺷﺃ ﻭ ﻪﻠﻟﺍ ﻻﺇ ﻪﻟﺇﻵ ﻥﺃ ﺪﻬﺷﺃ ﻪﻠﻟﺍ ﻝﻮﺳﺭ ﺍﺪﻤﺤﻣ ﻥﺃ ﻰﻠﻋ ﻭ ﺪﻤﺤﻣ ﻰﻠﻋ ﻲﻠﺻ ﻢﻬﻠﻟﺍ ﻭ ﻩﺭﺎﺼﻧﺃ ﻭ ﻪﺑﺎﺤﺻﺃ ﻭ ﻪﻟﺁ ﻩﺩﻮﻨﺟ ﻡﻮﻳ ﻰﻟﺇ ﻥﺎﺴﺣﺈﺑ ﻢﻬﻌﺒﺗ ﻦﻣ ﻭ ﻦﻳﺪﻟﺍ ﻪﺑﺎﺘﻛ ﻲﻓ ﻰﻟﺎﻌﺗ ﻪﻠﻟﺍ ﻝﺎﻘﻓ :ﻢﻳﺮﻜﻟﺍ ﺍﻮُﻘَّﺗﺍ ﺍﻮُﻨَﻣﺁ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ ﺎَﻬُّﻳَﺃ ﺎَﻳ ٍﺪَﻐِﻟ ْﺖَﻣَّﺪَﻗ ﺎَّﻣ ٌﺲْﻔَﻧ ْﺮُﻈﻨَﺘْﻟَﻭ َﻪَّﻠﻟﺍ ٌﺮﻴِﺒَﺧ َﻪَّﻠﻟﺍ َّﻥِﺇ َﻪَّﻠﻟﺍ ﺍﻮُﻘَّﺗﺍَﻭ ﺮﺒﻛﺃ ﻪﻠﻟﺍ ﴾١٨﴿ َﻥﻮُﻠَﻤْﻌَﺗ ﺎَﻤِﺑ ﻪﻠﻟ ﻭ ﺮﺒﻛﺃ ﻪﻠﻟﺍ ﺮﺒﻛﺃ ﻪﻠﻟﺍ ﺪﻤﺤﻟﺍ Jamaah sholat Idhul Fitri
rahimakumullah Marilah kita senantiasa
mengungkapkan rasa terima-
kasih kepada Allah SWT
semata. Allah telah
melimpahkan kepada kita
sedemikian banyak ni’mat. Jauh lebih banyak ni’mat
yang telah kita terima
dibandingkan kesadaran dan
kesanggupan kita untuk
bersyukur. Terutama marilah
kita ber-terimakasih kepada- Nya atas ni’mat yang paling
istimewa yang bisa diterima
manusia. Tidak semua
manusia mendapatkannya,
alhamdulillah kita termasuk
yang mendapatkannya. Itulah ni’mat iman dan Islam, yang
dengannya hidup kita
menjadi jelas, terarah, terang,
benar dan berma’na serta
selamat di dunia maupun
akhirat. Sesudah itu, marilah kita ber-
terimakasih pula kepada
Allahu ta’ala atas limpahan
ni’mat sehat-wal’aafiat.
Ni’mat yang memudahkan
dan melancarkan segenap urusan hidup kita di dunia.
Semoga kesehatan kita kian
hari kian mendekatkan diri
dengan Allahu ta’ala. Dan
semoga saudara-saudara kita
yang sedang diuji Allah melalui aneka jenis penyakit
sanggup bersabar
menghadapi
penderitaannya…bersama
keluarga yang mengurusnya,
sehingga kesabaran itu mengubah penyakit mereka
menjadi penghapus dosa dan
kesalahan. Amien, amien ya
rabbal ‘aalamien. Selanjutnya khotib mengajak
jamaah sekalian untuk
senantiasa berdoa kepada
Allah swt agar Dia
melimpahkan setinggi-
tingginya penghargaan dan penghormatan melalui
ucapan sholawat dan salam-
sejahtera kita kepada
manusia pilihan yang
mengajarkan kita hakikat
iman dan islam… imamul muttaqin pemimpin orang-
orang bertaqwa dan qaa-idil
mujahidin panglima para
mujahid yang sebenar-
benarnya nabiyullah
Muhammad Sallalahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, para
shohabatnya dan para
pengikutnya yang setia
hingga akhir zaman. Dan kita
berdo’a kepada Allah swt,
semoga kita yang hadir di tempat yang baik ini
dipandang Allah swt layak
dihimpun bersama mereka
dalam kafilah panjang penuh
berkah. Amien, amien ya
rabbal ‘aalaamien. ﻪﻠﻟﺍ ﺮﺒﻛﺃ ﻪﻠﻟﺍ ﺮﺒﻛﺃ ﻪﻠﻟﺍ ﺪﻤﺤﻟﺍ ﻪﻠﻟ ﻭ ﺮﺒﻛﺃ Jamaah sholat Idhul Fitri,
kaum muslimin dan muslimat
yang dirahmati Allah, Sadarkah kita bahwa salah
satu perkara penting yang
sering diabaikan oleh ummat
Islam dewasa ini ialah betapa
terancamnya eksistensi iman
keluarga-keluarga kita? Sadarkah kita bahwa aneka
serangan al-ghazwu al-fikri
(perang ideologis) secara
sistematis berlangsung setiap
hari merongrong keutuhan
iman diri, anak dan isteri kita? Kian hari kian terasa
betapa zaman yang sedang
kita jalani dewasa ini
merupakan potongan zaman
yang sarat dengan fitnah.
Inilah zaman yang telah di- nubuwwah-kan oleh
Rasulullah Muhammad
Shollallahu ‘alaihi wa sallam
dalam haditsnya yang
berbunyi: ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻪَّﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ِﻪَّﻠﻟﺍ ُﻝﻮُﺳَﺭ َﻝﺎَﻗ ﻰَﻋﺍَﺪَﺗ ْﻥَﺃ ُﻢَﻣُﺄْﻟﺍ ُﻚِﺷﻮُﻳ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ﻰَﻟِﺇ ُﺔَﻠَﻛَﺄْﻟﺍ ﻰَﻋﺍَﺪَﺗ ﺎَﻤَﻛ ْﻢُﻜْﻴَﻠَﻋ ٍﺔَّﻠِﻗ ْﻦِﻣَﻭ ٌﻞِﺋﺎَﻗ َﻝﺎَﻘَﻓ ﺎَﻬِﺘَﻌْﺼَﻗ ٍﺬِﺌَﻣْﻮَﻳ ْﻢُﺘْﻧَﺃ ْﻞَﺑ َﻝﺎَﻗ ٍﺬِﺌَﻣْﻮَﻳ ُﻦْﺤَﻧ ِﺀﺎَﺜُﻐَﻛ ٌﺀﺎَﺜُﻏ ْﻢُﻜَّﻨِﻜَﻟَﻭ ٌﺮﻴِﺜَﻛ ِﺭﻭُﺪُﺻ ْﻦِﻣ ُﻪَّﻠﻟﺍ َّﻦَﻋَﺰْﻨَﻴَﻟَﻭ ِﻞْﻴَّﺴﻟﺍ َّﻦَﻓِﺬْﻘَﻴَﻟَﻭ ْﻢُﻜْﻨِﻣ َﺔَﺑﺎَﻬَﻤْﻟﺍ ْﻢُﻛِّﻭُﺪَﻋ َﻝﺎَﻘَﻓ َﻦْﻫَﻮْﻟﺍ ْﻢُﻜِﺑﻮُﻠُﻗ ﻲِﻓ ُﻪَّﻠﻟﺍ ُﻦْﻫَﻮْﻟﺍ ﺎَﻣَﻭ ِﻪَّﻠﻟﺍ َﻝﻮُﺳَﺭ ﺎَﻳ ٌﻞِﺋﺎَﻗ ُﺔَﻴِﻫﺍَﺮَﻛَﻭ ﺎَﻴْﻧُّﺪﻟﺍ ُّﺐُﺣ َﻝﺎَﻗ ِﺕْﻮَﻤْﻟﺍ Bersabda Rasulullah
shollallahu ’alaih wa sallam
“Hampir tiba masanya kalian
diperebutkan seperti
sekumpulan pemangsa yang
memperebutkan makanannya.” Maka
seseorang bertanya: ”Apakah
karena sedikitnya jumlah
kita?” ”Bahkan kalian banyak,
namun kalian seperti buih
mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari
dada musuh kalian terhadap
kalian. Dan Allah telah
menanamkan dalam hati
kalian penyakit Al-Wahan.”
Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahan
itu?” Nabi shollallahu ’alaih
wa sallam bersabda: ”Cinta
dunia dan takut akan
kematian.” (HR Abu Dawud) ﻪﻠﻟﺍ ﺮﺒﻛﺃ ﻪﻠﻟﺍ ﺮﺒﻛﺃ ﻪﻠﻟﺍ ﺪﻤﺤﻟﺍ ﻪﻠﻟ ﻭ ﺮﺒﻛﺃ Jamaah sholat Idhul Fitri
rahimakumullah Penyakit Al-Wahan alias
”Cinta dunia dan takut akan
kematian” cukup hebat
mendominasi keluarga-
keluarga Islam dewasa ini.
Penyakit ini muncul dikarenakan hebatnya
pengaruh pemimpin dunia
global dewasa ini yang terdiri
dari kaum kuffar yang tidak
faham apapun soal perkara
kehidupan akhirat. Mereka memang sangat canggih
dalam menguasai berbagai
lini kehidupan menyangkut
urusan lahiriah-materialistik
kehidupan duniawi. Namun
soal kehidupan sebenarnya di akhirat kelak mereka
sangatlah lalai dan tidak
peduli bahkan tidak
mempercayainya. Dunia
dewasa ini secara global
sedang dikendalikan oleh bangsa Ruum (Romawi) alias
Barat Eropa-Amerika. Dan
Allah menggambarkan
peradaban Romawi di dalam
surah Ar-Ruum sebagai
berikut: ِﺓﺎَﻴَﺤْﻟﺍ َﻦِﻣ ﺍًﺮِﻫﺎَﻇ َﻥﻮُﻤَﻠْﻌَﻳ ْﻢُﻫ ِﺓَﺮِﺧَﺂْﻟﺍ ِﻦَﻋ ْﻢُﻫَﻭ ﺎَﻴْﻧُّﺪﻟﺍ َﻥﻮُﻠِﻓﺎَﻏ “Mereka hanya mengetahui
yang lahir (saja) dari
kehidupan dunia; sedang
mereka tentang (kehidupan)
akhirat adalah lalai.” (QS Ar-
Ruum ayat 7) Para pemimpin global bangsa
Romawi Modern ini dengan
gencar, sistematis dan penuh
kesungguhan berusaha keras
mensosialisasikan faham
materialisme dan sekularisme yang menjadi falsafah hidup
mereka kepada segenap
penduduk planet bumi. Tanpa
kecuali ummat Islam di
dalamnya. Dengan segenap
sarana dan prasarana yang dimiliki mereka berusaha
menjadikan setiap orang
yakin bahwa hanya dengan
menimbun materi-lah
kebahagiaan bakal diperoleh.
Hanya dengan memisahkan urusan dunia dari nilai-nilai
agama atau keimanan-lah
manusia akan mencapai
kebebasan sejati. Artinya, mereka berusaha
menularkan nilai-nilai
kekufuran yang ada dalam
diri mereka kepada siapa
saja, termasuk kita yang
asalnya sudah beriman. Sehingga tidak sedikit kaum
muslimin di berbagai belahan
dunia mulai mengekor
kepada pandangan hidup
kaum kuffar pemimpin global
dunia dewasa ini. Allah SWT bahkan me-warning kita
bahwa kesungguhan mereka
berusaha memurtadkan
orang-orang beriman
mencapai derajat jiwa atau
spirit perang. ﻰَّﺘَﺣ ْﻢُﻜَﻧﻮُﻠِﺗﺎَﻘُﻳ َﻥﻮُﻟﺍَﺰَﻳ ﺎَﻟَﻭ ِﻥِﺇ ْﻢُﻜِﻨﻳِﺩ ْﻦَﻋ ْﻢُﻛﻭُّﺩُﺮَﻳ ﺍﻮُﻋﺎَﻄَﺘْﺳﺍ ”Mereka tidak henti-hentinya
memerangi kamu sampai
mereka (dapat)
mengembalikan kamu dari
agamamu (kepada kekafiran)
, seandainya mereka sanggup.” (QS Al-Baqarah
ayat 217) ﻪﻠﻟﺍ ﺮﺒﻛﺃ ﻪﻠﻟﺍ ﺮﺒﻛﺃ ﻪﻠﻟﺍ ﺪﻤﺤﻟﺍ ﻪﻠﻟ ﻭ ﺮﺒﻛﺃ Jamaah sholat Idhul Fitri
rahimakumullah Para pemimpin global bangsa
Romawi Modern alias Barat
Eropa-Amerika dikomandani
oleh pemimpin Blok Tunggal
Barat yang memimpin dunia
dari istananya di Bait Al- Abyadh (Gedung Putih). Inilah
pusat komando
penyebarluasan ideologi
hubbud-dunya (cinta dunia)
dengan faham materialisme,
pluralisme, sekularisme dan liberalisme-nya. Namun kita perlu menyadari
bahwa ini bukanlah
pemimpin sejati dunia
dewasa ini. Ini hanyalah
pemimpin formal di depan
layar. Kita semua faham bahwa behind the screen (di
belakang layar)
sesungguhnya pemimpin Bait
Al-Abyadh dikendalikan dan
diarahkan oleh kekuatan
Lobby Yahudi. Bangsa Yahudi inilah yang pada hakikatnya
dewasa ini sedang mengatur
dunia dengan menjadikan
pemimpin Bait Al-Abyadh
sebagai remote controlled
puppet leader (pemimpin boneka yang diatur dengan
remote control). Sedangkan
Allah secara jelas-tegas
memperingatkan Nabi
Muhammad Shollallahu ‘alaihi
wa sallam dan kita ummat Islam siapa sesungguhnya
kaum Yahudi ini: ًﺓَﻭﺍَﺪَﻋ ِﺱﺎَّﻨﻟﺍ َّﺪَﺷَﺃ َّﻥَﺪِﺠَﺘَﻟ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍَﻭ َﺩﻮُﻬَﻴْﻟﺍ ﺍﻮُﻨَﻣَﺁ َﻦﻳِﺬَّﻠِﻟ ﺍﻮُﻛَﺮْﺷَﺃ ”Sesungguhnya kamu
(Muhammad) dapati orang-
orang yang paling keras
permusuhannya terhadap
orang-orang yang beriman
ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (QS Al-
Maidah ayat 82) Bisa anda bayangkan
bagaimana suatu kaum yang
paling keras permusuhannya
kepada kita orang-orang
beriman akan bertingkah laku
bilamana ia memiliki kontrol atas segenap lini kehidupan.
Baik itu ideologi, politik,
ekonomi, perdagangan,
keuangan, sosial, budaya,
pendidikan, mass-media,
hukum, militer dan pertahanan keamanan
semuanya berada di bawah
pengaruh dan kendali kaum
Yahudi dewasa ini. Tentu dengan semua hal itu
kaum Yahudi pasti akan
berupaya mengekspresikan
permusuhannya kepada kita
ummat Islam. Sehingga,
masihkah kita perlu heran bilamana label teroris
seringkali dialamatkan
kepada saudara-saudara
muslim kita, bahkan kepada
para pejuang ikhlas dan
mujahidin fi sabilillah yang bercita-cita menegakkan
’izzul Islam wal Muslimin
(kemuliaan Islam dan kaum
muslimin)? Masihkah kita
perlu bingung mengapa para
ahli maksiat seperti kalangan selebritis dan bintang
Hollywood justru
dipromosikan menjadi role
model dan idola generasi
muda kita? Masihkah kita
perlu kaget bila media-massa mengasosiasikan orang
berjenggot, wanita ber-niqob
(cadar), pemuda bercelana
anti isbal (di atas mata kaki),
para alumni pesantren
sebagai tersangka pertama aksi teror? ﻪﻠﻟﺍ ﺮﺒﻛﺃ ﻪﻠﻟﺍ ﺮﺒﻛﺃ ﻪﻠﻟﺍ ﺪﻤﺤﻟﺍ ﻪﻠﻟ ﻭ ﺮﺒﻛﺃ Jamaah sholat Idhul Fitri,
kaum muslimin dan muslimat
yang dirahmati Allah, Sudah tiba masanya bagi
ummat Islam untuk
menyadari bahwa potongan
zaman yang kita sedang
jalani dewasa ini merupakan
potongan zaman yang sarat dengan fitnah. Bahkan fitnah
demi fitnah akan semakin
menghebat seiring dengan
semakin dekatnya waktu
puncak fitnah keluar, yaitu
fitnah Al-Masih Ad-Dajjal. Oleh karenanya Nabi
Muhammad Shollallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda: ِﻪَّﻠﻟﺍ ِﻝﻮُﺳَﺭ َﺪْﻨِﻋ ُﻝﺎَّﺟَّﺪﻟﺍ َﺮِﻛُﺫ َﻝﺎَﻘَﻓ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻪَّﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ْﻢُﻜِﻀْﻌَﺑ ُﺔَﻨْﺘِﻔَﻟ ﺎَﻧَﺄَﻟ ِﻝﺎَّﺟَّﺪﻟﺍ ِﺔَﻨْﺘِﻓ ْﻦِﻣ ﻱِﺪْﻨِﻋ ُﻑَﻮْﺧَﺃ ﺎَّﻟِﺇ ﺎَﻬَﻠْﺒَﻗ ﺎَّﻤِﻣ ٌﺪَﺣَﺃ َﻮُﺠْﻨَﻳ ْﻦَﻟَﻭ ﺎَﻬْﻨِﻣ ﺎَﺠَﻧ ْﺖَﻧﺎَﻛ ُﺬْﻨُﻣ ٌﺔَﻨْﺘِﻓ ْﺖَﻌِﻨُﺻ ﺎَﻣَﻭ ﺎَّﻟِﺇ ٌﺓَﺮﻴِﺒَﻛ ﺎَﻟَﻭ ٌﺓَﺮﻴِﻐَﺻ ﺎَﻴْﻧُّﺪﻟﺍ ِﻝﺎَّﺟَّﺪﻟﺍ ِﺔَﻨْﺘِﻔِﻟ Suatu ketika ihwal Dajjal
dibicarakan di hadapan
Rasulullah Shollallahu ‘alaihi
wa sallam Kemudian beliau
bersabda: ”Sungguh fitnah
yang terjadi di antara kalian lebih aku takuti dari fitnah
Dajjal, dan tidak ada orang
yang dapat selamat dari
rangkaian fitnah sebelum
fitnah Dajjal melainkan akan
selamat pula dari fitnah (Dajjal). Dan tiada fitnah yang
dibuat sejak adanya dunia ini
–baik kecil ataupun besar-
kecuali dalam rangka
menyongsong fitnah Dajjal.
”(HR Ahmad) Ahmad Thompson, seorang
penulis Muslim
berkebangsaan Inggris,
bahkan menyebut dunia kita
sejak kurang lebih seratus
tahun belakangan ini merupakan sebuah Sistem
Dajjal atau “sistem kafir”. Ia berpendapat, kondisi dunia
kini sangat bertentangan
dengan sistem kenabian.
Berbagai lini kehidupan
modern didominasi dajjalic
values (nilai-nilai dajjal), bukan prophetic values (nilai-
nilai kenabian). Sehingga di
dalam bukunya itu ia bedah
satu per satu lini kehidupan
modern yang sudah sangat
jauh dari nilai keimanan dan sarat nilai kekufuran.
Peradaban dunia modern
sedang dipersiapkan menjadi
Sistem Dajjal untuk
menyambut kemunculan sang
oknum bermata satu alias Dajjal yang bakal langsung
dinobatkan menjadi the
Global Leader ketika ia
akhirnya muncul ke tengah
ummat manusia. Ketika Dajjal kelak muncul,
maka ia akan mengajak
manusia untuk mengimani
dirinya sebagai tuhan dan
meninggalkan iman kepada
Allah subhaanahu wa ta’aala. Maka dalam rangka
mengantisipasi kemunculan
puncak fitnah tersebut setiap
Muslim-Mu’min wajib
memelihara eksistensi iman
di dalam keluarga-keluarga masing-masing. Dan hal
tersebut seyogyanya
diupayakan sejak dini
mengingat bahwa Rasulullah
Shollallahu ‘alaihi wa sallam
sendiri telah memperingatkan kita dengan
sabda beliau ”Sungguh fitnah
yang terjadi di antara kalian
lebih aku takuti dari fitnah
Dajjal, dan tidak ada orang
yang dapat selamat dari rangkaian fitnah sebelum
fitnah Dajjal melainkan akan
selamat pula dari fitnah
(Dajjal).” Janganlah kita berfikir bahwa
upaya memelihara iman baru
akan dilakukan bila Dajjal
telah hadir. Tidak saudaraku!
Kita mestilah memelihara
iman keluarga sejak rangkaian fitnah sebelum
fitnah Dajjal muncul.
Bilamana kita menunggu
hadirnya Dajjal barulah upaya
tersebut dilakukan, maka
jangan-jangan kita sudah terlambat. Sebab ketika
Dajjal muncul ia akan
diizinkan Allah menggunakan
berbagai tipu-daya dan sihir
untuk menyesatkan manusia. ﻪﻠﻟﺍ ﺮﺒﻛﺃ ﻪﻠﻟﺍ ﺮﺒﻛﺃ ﻪﻠﻟﺍ ﺪﻤﺤﻟﺍ ﻪﻠﻟ ﻭ ﺮﺒﻛﺃ Jamaah sholat Idhul Fitri,
kaum muslimin dan muslimat
yang dirahmati Allah, Marilah kita jalankan
beberapa kiat yang diajarkan
Nabi Muhammad Shollallahu
‘alaihi wa sallam untuk
memelihara diri dan keluarga
dari fitnah Dajjal: Pertama, bacalah do’a
perlindungan dari Allah di
setiap penghujung sholat saat
duduk tahiyyat terakhir
sebelum mengucapkan salam
ke kanan dan kek kiri: ْﺬِﻌَﺘْﺴَﻴْﻠَﻓ ْﻢُﻛُﺪَﺣَﺃ َﺪَّﻬَﺸَﺗ ﺍَﺫِﺇ ُﻝﻮُﻘَﻳ ٍﻊَﺑْﺭَﺃ ْﻦِﻣ ِﻪَّﻠﻟﺎِﺑ ِﺏﺍَﺬَﻋ ْﻦِﻣ َﻚِﺑ ﻚﺑﺫﻮﻋﺃ ﻲﻧﺇ ﻢﻬﻠﻟﺍ ِﺮْﺒَﻘْﻟﺍ ِﺏﺍَﺬَﻋ ْﻦِﻣَﻭ َﻢَّﻨَﻬَﺟ ِﺕﺎَﻤَﻤْﻟﺍَﻭ ﺎَﻴْﺤَﻤْﻟﺍ ِﺔَﻨْﺘِﻓ ْﻦِﻣَﻭ ِﻝﺎَّﺟَّﺪﻟﺍ ِﺢﻴِﺴَﻤْﻟﺍ ِﺔَﻨْﺘِﻓ ِّﺮَﺷ ْﻦِﻣَﻭ "Ya Allah, aku berlindung
kpd-Mu dari azab jahannam,
& azab kubur, & fitnah
kehidupan & kematian & dari
jahatnya fitnah Al-Masih Ad-
Dajjal" (HR Muslim) Kedua, menjauhi Dajjal dan
tidak sekali-kali
mendekatinya karena rasa
ingin tahu dan penasaran: ُﻪْﻨَﻋ َﺄْﻨَﻴْﻠَﻓ ِﻝﺎَّﺟَّﺪﻟﺎِﺑ َﻊِﻤَﺳ ْﻦَﻣ ِﻪﻴِﺗْﺄَﻴَﻟ َﻞُﺟَّﺮﻟﺍ َّﻥِﺇ ِﻪَّﻠﻟﺍَﻮَﻓ ُﻪُﻌِﺒَّﺘَﻴَﻓ ٌﻦِﻣْﺆُﻣ ُﻪَّﻧَﺃ ُﺐِﺴْﺤَﻳ َﻮُﻫَﻭ ِﺕﺎَﻬُﺒُّﺸﻟﺍ ْﻦِﻣ ِﻪِﺑ ُﺚَﻌْﺒَﻳ ﺎَّﻤِﻣ "Barangsiapa mendengar
tentang Dajjal, hendaknya ia
berupaya menjauh darinya,
sebab -demi Allah-
sesungguhnya ada seseorang
yang mendekatinya (Dajjal) sedang ia mengira bahwa
Dajjal tersebut mukmin
kemudian ia mengikutinya
karena faktor syubhat (tipu
daya) yang
ditimbulkannya." (HR Abu Dawud) Ketiga, bacalah dengan
lengkap surah Al-Kahfi setiap
hari Jum’at: ﻡﻮﻳ ﻒﻬﻜﻟﺍ ﺓﺭﻮﺳ ﺃﺮﻗ ﻦﻣ ﻙﺭﺩﺄﻓ ﺔﻌﻤﺠﻟﺍ ﻭﺃ - ، ﻪﻴﻠﻋ ﻂﻠﺴﻳ ﻢﻟ ﻝﺎﺟﺪﻟﺍ ﻩﺮﻀﻳ ﻢﻟ : ﻝﺎﻗ “Barangsiapa membaca surah
Al-Kahfi di hari Jumat, maka
Dajjal tidak bisa
menguasainya atau
memudharatkannya.” (HR
Baihaqy) Keempat, menghafalkan
sepuluh ayat pertama surah
Al-Kahfi: ِﺓَﺭﻮُﺳ ِﻝَّﻭَﺃ ْﻦِﻣ ٍﺕﺎَﻳﺁ َﺮْﺸَﻋ َﻆِﻔَﺣ ْﻦَﻣ ِﻝﺎَّﺟَّﺪﻟﺍ ِﺔَﻨْﺘِﻓ ْﻦِﻣ َﻢِﺼُﻋ ِﻒْﻬَﻜْﻟﺍ "Barangsiapa menghafal
sepuluh ayat pertama surah
Al-Kahfi, ia terlindungi dari
fitnah Dajjal." (HR Abu
Dawud) Kelima, mengungsi ke
Mekkah dan Madinah: ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻪَّﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ ِﻪَّﻠﻟﺍ ُﻝﻮُﺳَﺭ َﻝﺎَﻗ ُﻩُﺆَﻄَﻴَﺳ ﺎَّﻟِﺇ ٍﺪَﻠَﺑ ْﻦِﻣ َﺲْﻴَﻟ َﻢَّﻠَﺳَﻭ َﺔَﻨﻳِﺪَﻤْﻟﺍَﻭ َﺔَّﻜَﻣ ﺎَّﻟِﺇ ُﻝﺎَّﺟَّﺪﻟﺍ ﺎَّﻟِﺇ ﺎَﻬِﺑﺎَﻘْﻧَﺃ ْﻦِﻣ ٌﺐْﻘَﻧ َﺲْﻴَﻟَﻭ ﺎَﻬُﺳُﺮْﺤَﺗ َﻦﻴِّﻓﺎَﺻ ُﺔَﻜِﺋﺎَﻠَﻤْﻟﺍ ِﻪْﻴَﻠَﻋ "Tidak ada negeri (di dunia)
melainkan akan dipijak
(dilanda/diintervensi) oleh
Dajjal kecuali Mekah dan
Madinah kerana setiap jalan
dan lereng bukit dijagai oleh barisan Malaikat." (HR
Bukhari-Muslim) Wallahu ‘alam bish-
shawwaab.- DOA ًﺔَﻤْﺣَﺭ َﻚْﻧُﺪَﻟ ْﻦِﻣ ﺎَﻨِﺗﺍَﺀ ﺎَﻨَّﺑَﺭ ﺍًﺪَﺷَﺭ ﺎَﻧِﺮْﻣَﺃ ْﻦِﻣ ﺎَﻨَﻟ ْﺊِّﻴَﻫَﻭ "Wahai Tuhan kami
berikanlah rahmat kepada
kami dari sisi-Mu dan
sempurnakanlah bagi kami
petunjuk yang lurus dalam
urusan kami (ini)". (QS 18:10) ﺎَﻨِﻧﺍَﻮْﺧِﺈِﻟَﻭ ﺎَﻨَﻟ ْﺮِﻔْﻏﺍ ﺎَﻨَّﺑَﺭ ﺎَﻟَﻭ ِﻥﺎَﻤﻳِﺈْﻟﺎِﺑ ﺎَﻧﻮُﻘَﺒَﺳ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ ْﻞَﻌْﺠَﺗ ﺍﻮُﻨَﻣﺍَﺀ َﻦﻳِﺬَّﻠِﻟ ﺎًّﻠِﻏ ﺎَﻨِﺑﻮُﻠُﻗ ﻲِﻓ ٌ ﻢﻴِﺣَﺭ ٌﻑﻭُﺀَﺭ َﻚَّﻧِﺇ ﺎَﻨَّﺑَﺭ "Ya Tuhan kami, beri
ampunlah kami dan saudara-
saudara kami yang telah
beriman lebih dahulu dari
kami, dan janganlah Engkau
membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap
orang-orang yang beriman;
Ya Tuhan kami, sesungguhnya
Engkau Maha Penyantun lagi
Maha Penyayang". (QS 59:10) ْﺫِﺇ َﺪْﻌَﺑ ﺎَﻨَﺑﻮُﻠُﻗ ْﻍِﺰُﺗ ﺎَﻟ ﺎَﻨَّﺑَﺭ ًﺔَﻤْﺣَﺭ َﻚْﻧُﺪَﻟ ْﻦِﻣ ﺎَﻨَﻟ ْﺐَﻫَﻭ ﺎَﻨَﺘْﻳَﺪَﻫ ُﺏﺎَّﻫَﻮْﻟﺍ َﺖْﻧَﺃ َﻚَّﻧِﺇ "Ya Tuhan kami, janganlah
Engkau jadikan hati kami
condong kepada kesesatan
sesudah Engkau beri petunjuk
kepada kami, dan
karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau;
karena sesungguhnya
Engkau-lah Maha Pemberi
(karunia)." (QS 3:8) ﺎَﻨِﺟﺍَﻭْﺯَﺃ ْﻦِﻣ ﺎَﻨَﻟ ْﺐَﻫ ﺎَﻨَّﺑَﺭ ﺎَﻨْﻠَﻌْﺟﺍَﻭ ٍﻦُﻴْﻋَﺃ َﺓَّﺮُﻗ ﺎَﻨِﺗﺎَّﻳِّﺭُﺫَﻭ ﺎًﻣﺎَﻣِﺇ َﻦﻴِﻘَّﺘُﻤْﻠِﻟ “Ya Tuhan kami,
anugerahkanlah kepada kami
isteri-isteri kami dan
keturunan kami sebagai
penyenang hati (kami), dan
jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang
bertakwa.” (QS 25:74) ﺎَﻨَﺑﻮُﻧُﺫ ﺎَﻨَﻟ ْﺮِﻔْﻏﺍ ﺎَﻨَّﺑَﺭ ْﺖِّﺒَﺛَﻭ ﺎَﻧِﺮْﻣَﺃ ﻲِﻓ ﺎَﻨَﻓﺍَﺮْﺳِﺇَﻭ ِﻡْﻮَﻘْﻟﺍ ﻰَﻠَﻋ ﺎَﻧْﺮُﺼْﻧﺍَﻭ ﺎَﻨَﻣﺍَﺪْﻗَﺃ َﻦﻳِﺮِﻓﺎَﻜْﻟﺍ “Ya Tuhan kami, ampunilah
dosa-dosa kami dan
tindakan-tindakan kami yang
berlebih-lebihan dalam
urusan kami dan tetapkanlah
pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang
kafir.” (QS 3:147) ْﻭَﺃ ﺎَﻨﻴِﺴَﻧ ْﻥِﺇ ﺎَﻧْﺬِﺧﺍَﺆُﺗ ﺎَﻟ ﺎَﻨَّﺑَﺭ ﺎَﻨْﻴَﻠَﻋ ْﻞِﻤْﺤَﺗ ﺎَﻟَﻭ ﺎَﻨَّﺑَﺭ ﺎَﻧْﺄَﻄْﺧَﺃ ﺎَﻤَﻛ ﺍًﺮْﺻِﺇ ﺎَﻨِﻠْﺒَﻗ ْﻦِﻣ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ ﻰَﻠَﻋ ُﻪَﺘْﻠَﻤَﺣ َﺔَﻗﺎَﻃ ﺎَﻟ ﺎَﻣ ﺎَﻨْﻠِّﻤَﺤُﺗ ﺎَﻟَﻭ ﺎَﻨَّﺑَﺭ ﺎَّﻨَﻋ ُﻒْﻋﺍَﻭ ِﻪِﺑ ﺎَﻨَﻟ َﺖْﻧَﺃ ﺎَﻨْﻤَﺣْﺭﺍَﻭ ﺎَﻨَﻟ ْﺮِﻔْﻏﺍَﻭ ِﻡْﻮَﻘْﻟﺍ ﻰَﻠَﻋ ﺎَﻧْﺮُﺼْﻧﺎَﻓ ﺎَﻧﺎَﻟْﻮَﻣ َﻦﻳِﺮِﻓﺎَﻜْﻟﺍ “Ya Tuhan kami, janganlah
Engkau hukum kami jika
kami lupa atau kami tersalah.
Ya Tuhan kami, janganlah
Engkau bebankan kepada
kami beban yang berat sebagaimana Engkau
bebankan kepada orang-
orang yang sebelum kami. Ya
Tuhan kami, janganlah
Engkau pikulkan kepada kami
apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma`aflah
kami; ampunilah kami; dan
rahmatilah kami. Engkaulah
Penolong kami, maka
tolonglah kami terhadap
kaum yang kafir.” (QS 2:286) ْﺪَﻘَﻓ َﺭﺎَّﻨﻟﺍ ِﻞِﺧْﺪُﺗ ْﻦَﻣ َﻚَّﻧِﺇ ﺎَﻨَّﺑَﺭ ْﻦِﻣ َﻦﻴِﻤِﻟﺎَّﻈﻠِﻟ ﺎَﻣَﻭ ُﻪَﺘْﻳَﺰْﺧَﺃ ٍﺭﺎَﺼْﻧَﺃ ﺎًﻳِﺩﺎَﻨُﻣ ﺎَﻨْﻌِﻤَﺳ ﺎَﻨَّﻧِﺇ ﺎَﻨَّﺑَﺭ ﺍﻮُﻨِﻣﺍَﺀ ْﻥَﺃ ِﻥﺎَﻤﻳِﺈْﻠِﻟ ﻱِﺩﺎَﻨُﻳ ﺎَﻨَﻟ ْﺮِﻔْﻏﺎَﻓ ﺎَﻨَّﺑَﺭ ﺎَّﻨَﻣﺂَﻓ ْﻢُﻜِّﺑَﺮِﺑ ﺎَﻨِﺗﺎَﺌِّﻴَﺳ ﺎَّﻨَﻋ ْﺮِّﻔَﻛَﻭ ﺎَﻨَﺑﻮُﻧُﺫ ﺎَﻨَّﺑَﺭ ِﺭﺍَﺮْﺑَﺄْﻟﺍ َﻊَﻣ ﺎَﻨَّﻓَﻮَﺗَﻭ َﻚِﻠُﺳُﺭ ﻰَﻠَﻋ ﺎَﻨَﺗْﺪَﻋَﻭ ﺎَﻣ ﺎَﻨِﺗﺍَﺀَﻭ َﻚَّﻧِﺇ ِﺔَﻣﺎَﻴِﻘْﻟﺍ َﻡْﻮَﻳ ﺎَﻧِﺰْﺨُﺗ ﺎَﻟَﻭ َﺩﺎَﻌﻴِﻤْﻟﺍ ُﻒِﻠْﺨُﺗ ﺎَﻟ “Ya Tuhan kami,
sesungguhnya barangsiapa
yang Engkau masukkan ke
dalam neraka, maka sungguh
telah Engkau hinakan ia, dan
tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang
penolongpun. Ya Tuhan kami,
sesungguhnya kami
mendengar (seruan) yang
menyeru kepada iman (yaitu)
: "Berimanlah kamu kepada Tuhan-mu", maka kamipun
beriman. Ya Tuhan kami
ampunilah bagi kami dosa-
dosa kami dan hapuskanlah
dari kami kesalahan-
kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta
orang-orang yang berbakti.
Ya Tuhan kami, berilah kami
apa yang telah Engkau
janjikan kepada kami dengan
perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah
Engkau hinakan kami di hari
kiamat. Sesungguhnya
Engkau tidak menyalahi
janji.” (QS 3:192-194)
Hari ini kaum Muslimin berada dalam situasi di mana aturan-aturan kafir sedang diterapkan. Maka realitas tanah-tanah Muslim saat ini adalah sebagaimana Rasulullah Saw. di Makkah sebelum Negara Islam didirikan di Madinah. Oleh karena itu, dalam rangka bekerja untuk pendirian Negara Islam, kelompok ini perlu mengikuti contoh yang terbangun di dalam Sirah. Dalam memeriksa periode Mekkah, hingga pendirian Negara Islam di Madinah, kita melihat bahwa RasulAllah Saw. melalui beberapa tahap spesifik dan jelas dan mengerjakan beberapa aksi spesifik dalam tahap-tahap itu
BalasHapus